Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Agustus, 2007

CMS : Pendahuluan

Apa itu CMS? CMS kependekan dari Content Management System adalah aplikasi untuk mengatur konten pada website. Jaman dulu untuk menambah konten (halaman) butuh edit/koding file html yang njelimet dan tidak mudah. Harus mengedit file utama, tambahan, menambah link ke halaman baru dsb. Kalau website sudah semakin kompleks dengan banyak halaman, pusinglah para penyusun website (website builder).

Hadirnya CMS memberikan pendekatan baru pada penyusunan website. Dengan CMS, hal yang perlu dipikirkan adalah konten dan tampilan website. Tidak perlu memikirkan hal-hal teknis seperti tag-tag html/php/java (hal ini dipikirkan oleh pembuat CMS saja). Ingin menambah isi tinggal klik. Ingin mengubah theme tinggal klik. Jadi mudah untuk menyusun website dinamis yang indah dipandang. Apalagi ada plugin-plugin untuk menambah kegunaan dari website.
Pada post selanjutnya akan dibahas mengenai instalasi beberapa engine CMS di komputer pribadi. Hal ini dimaksudkan agar mengenal dan familiar dengan menu-menunya (apalagi yang biasanya mengakses blog dari warnet). Engine CMS yang akan dibahas adalah yang open source (seperti wordpress, drupal, phpBB dst) dan menggunakan distribusi Fedora 7 dan Ubuntu 7.04 Feisty Fawn.

Sampai jumpa di seri berikut.

powered by performancing firefox

Iklan

Read Full Post »

Setelah gagal mengkompile NS2 akhirnya main-main dengan Netkit lagi. Kali ini akan dibahas mengenai membangun lab virtual (terdiri dari beberapa komputer).

Untuk memulai sebuah komputer memang sederhana (lihat post ini). Tetapi jika yang akan dimulai beberapa komputer (misalnya 6 komputer), mengetik lewat command line terasa tidak praktis. Apalagi konfigurasi akan hilang apabila virtual machine dimatikan. Oleh karena itu prosesnya akan lebih mudah jika memakai netkit lab.

Untuk membangun lab tidak sulit. Pada post ini jaringan yang dibuat sebagai berikut (diambil dari contoh Netkit) :


Dari gambar di atas dapat diketahui bahwa :
pc1 dan r1 terhubung pada collision A dalam jaringan 192.11.14.0/24
r1 dan r2 terhubung pada collision B dalam jaringan 100.0.0.8/30
pc2 dan r2 terhubung pada collision C dalam jaringan 200.1.1.0/24

r1 mempunyai 2 ethernet. eth0 terhubung pada eth0 pc1, eth1 terhubung pada eth1 r2
r2 mempunyai 2 ethernet. eth0 terhubung pada eth0 pc2, eth1 terhubung pada eth1 r1

Maka langka-langkah membangun lab sebagai berikut :
1. Buat direktori baru (supaya tidak mengganggu direktori lain), misalnya dengan nama netkit-test

$mkdir netkit-test

2. Dalam direktori tersebut buat file sbb :

lab.conf yang isinya :

LAB_DESCRIPTION=”Coba bikin lab”
LAB_VERSION=2.2
LAB_AUTHOR=”dib058″
LAB_EMAIL=dib di gmail
LAB_WEB=http://www.netkit.org/

r1[0]=”A”
r1[1]=”B”

r2[0]=”C”
r2[1]=”B”

pc1[0]=”A”

pc2[0]=”C”

pc1.startup :

/sbin/ifconfig eth0 195.11.14.7 netmask 255.255.255.0 broadcast 195.11.14.255 up

pc2.startup :

/sbin/ifconfig eth0 200.1.1.7 netmask 255.255.255.0 broadcast 200.1.1.255 up

r1.startup :

/sbin/ifconfig eth0 195.11.14.1 netmask 255.255.255.0 broadcast 195.11.14.255 up
/sbin/ifconfig eth0 100.0.0.9 netmask 255.255.255.252 broadcast 100.0.0.11 up

r2.startup :

/sbin/ifconfig eth0 200.1.1.1 netmask 255.255.255.0 broadcast 200.1.1.255 up
/sbin/ifconfig eth0 100.0.0.10 netmask 255.255.255.252 broadcast 100.0.0.11 up

3. Buat direktori kosong dengan jumlah sesuai dengan jumlah komputer, diberi nama dengan nama komputer. Dalam contoh ini :

$mkdir pc1 pc2 r1 r2

Direktori ini dipakai untuk konfigurasi tambahan pada setiap virtual machine. Misalnya pada pc1 ada konfigurasi tambahan pada file /etc/samba.smb.conf maka struktur dari direktori ini adalah pc1/etc/samba/smb.conf

4. Lab sudah selesai didesain. Untuk memulai lab diketik lstart pada command line dan untuk mematikan dipakai lhalt.

$lstart

======================== Starting lab ===========================
Lab directory: /home/dhanu/netkit-test
Version: 2.2
Author: dib058
Email: contact@netkit.org
Web: http://www.netkit.org/
Description:
Coba bikin lab
=================================================================
Starting “pc1” with options “-q –eth0 “A” –hostlab=/home/dib058/netkit-test –hostwd=/home/dib058/netkit-test”…
Starting “pc2” with options “-q –eth0 “C” –hostlab=/home/dib058/netkit-test –hostwd=/home/dib058/netkit-test”…
Starting “r1” with options “-q –eth0 “A” –eth1=”B” –hostlab=/home/dib058/netkit-test –hostwd=/home/dib058/netkit-test”…
Starting “r2” with options “-q –eth0 “C” –eth1=”B” –hostlab=/home/dib058/netkit-test –hostwd=/home/dib058/netkit-test”…

Lab has been started.
=================================================================

$lhalt

======================== Halting lab ============================
Lab directory: /home/dhanu/netkit-test
Version: 2.2
Author: dib058
Email: contact@netkit.org
Web: http://www.netkit.org/
Description:
Coba bikin lab
=================================================================
Halting virtual machine “pc1” (PID 8870) owned by dib058 […….. ]
Halting virtual machine “pc2” (PID 9798) owned by dib058 […….. ]
Halting virtual machine “r1” (PID 11623) owned by dib058 […….. ]
Halting virtual machine “r2” (PID 12598) owned by dib058 […….. ]
Removing readyfor.test…

Lab has been halted.
=================================================================

Selamat mencoba!

powered by performancing firefox

Read Full Post »

Razia Software jilid 2

Mungkin razia kali ini ada sedikit manfaat bagi promosi Linux di kotaku. Warnet yang memakai Linux tetap buka seperti biasa. Sementara itu, ada pemilik rental/pengetikan yang mempertimbangkan untuk migrasi agar tidak kena razia karena ada kabar ada warnet yang harus menebus harddisknya sampai 10 Juta (ini warnet atau PKL koq pakai nebus-nebusan segala? Kan pembajakan itu tindakan kriminal yang harus diproses secara hukum, tapi ah entahlah…).

Kemarin aku diminta untuk meminjami distro linux yang mudah. Mungkin maksudnya sudah bekerja out of the box, sekali diinstal sudah bisa dipakai untuk mengetik, scan, mendengarkan musik (mp3), lihat film dan mencetak (print). Dia sudah mencoba Ubuntu, tapi karena keterbatasan Ubuntu (tidak menyertakan codecs, dll), Ubuntu dirasa sulit (apalagi tidak ada koneksi internetnya).

Setelah banyak pertimbangan, akhirnya aku putuskan memberinya distro PCLinuxOS Big Daddy (masih yang berbasis Mandriva). Alasannya dapat bekerja out of the box. Dapat digunakan untuk mengetik dokumen, mengolah lembar kerja (spreadsheet), membuat presentasi, codec mp3 dan codec untuk encode format video (sayangnya tanpa wmv). Selain itu dapat digunakan untuk mencetak (kalau memakai HP langsung kedetek, jika Canon, dapat diinstall driver dengan mudah — turboprint). Tetapi belum pasti untuk scannernya (aku nggak punya scanner sih) mudah-mudahan bukan Canon (because it’s linux unfriendly).

Yah mudah-mudahan dapat diinstall dengan lancar (sudah dicoba di komputer pribadi sih).

powered by performancing firefox

Read Full Post »

Pada bagian 2, sudah diulas tentang instalasi heartbeat. Pada bagian ini akan dibahas tentang tools untuk sinkronisasi data antar server.

Mengapa perlu sinkronisasi? Layanan yang disediakan server tergantung pada data. Bayangkan skenario berikut ini. Server melayani web yang dinamis. Data dapat ditambah dan dikurangi oleh user. Suatu saat, server utama mengalami kerusakan dan harus dimatikan. Otomatis pada cluster HA, server cadangan mengambil alih tugas server utama. Apa jadinya kalau data-data di server cadangan tidak sinkron dengan server utama? Oleh karena itu data harus disinkronkan. Ada banyak tools sinkronisasi pada linux contohnya rsync, drbd dan lain-lain. Pada artikel ini akan dibahas tentang drbd karena cukup mudah untuk disetup.

Drbd (distributed replicated block devices) adalah tools yang berguna dalam sinkronisasi data antar server. Tools ini berfungsi untuk me-mirror block device antar komputer anggota cluster. Bayangkan saja seperti RAID-1 over network. Situs resminya adalah http://www.drbd.org.

Resep-resep :
1. Cluster HA yang sudah berjalan
2. Kernel development. Pada distro Fedora sudah ada dalam cd, pada ubuntu (feisty) tinggal apt-get build essential (paket build sudah ada di cd.
3. development tools (gcc, make, dll)
4. partisi kosong pada hdd (di kedua komputer)

Langkah-langkah instalasi :
1. Download paket drbd (terbaru versinya 8.x). Untuk ubuntu cukup apt-get install drbd8-utils. Untuk tulisan ini memakai cara kompilasi dari source.
2. Ekstrak paket drbd
#tar zxvf drbd<versi>.tar.gz
#cd drbd<versi>
#make
#make install
Pastikan tidak ada error pada langkah-langkah di atas.
3. Buat partisi dengan ukuran yang sama (harus sama) pada hdd di kedua komputer. Mengenai pembuatan partisi tidak dijelaskan disini. Ukuran harus sama karena merupakan mirror (cermin). Saya menggunakan /dev/hda5 pada kedua komputer, sesuaikan dengan komputer anda.
4. edit file /etc/drbd.conf

Contoh yang di saya :
#cat /etc/drbd.conf
resource r0 {
protocol C;
incon-degr-cmd “echo ‘!DRBD! pri on incon-degr’ | wall ; sleep 60 ; halt -f”;
startup {
wfc-timeout 40;
degr-wfc-timeout 120;
}
disk {
on-io-error detach;
}
net {
timeout 60;
connect-int 10;
ping-int 10;
max-buffers 2048;
max-epoch-size 2048;
}
syncer {
rate 10 M;
group 1;
}
on ha1.serverku.org {
device /dev/drbd0;
disk /dev/hda5;
address 192.168.1.1:7788;
meta-disk internal;
}
on ha2.serverku.org {
device /dev/drbd0;
disk /dev/hda5;
address 192.168.1.2:7788;
meta-disk internal;

Penjelasan sangat bagus tentang file konfigurasi ini ada pada artikel Data Redundancy by DRBD karangan Lars Ellenberg yang dimuat pada majalah Linux Magazine November 2003 (dapat dibaca di http://www.linux-mag.com dan pada situs http://www.linux-ha.org). Artikel lain yang membantu ada di majalah Linux Journal terbitan November 2006 (ada di situs web http://www.linuxjournal.com).

5. Start servis drbd pada kedua node.

#/etc/init.d/drbd start
Starting DRBD resources: [ d0 s0 n0 ].
……….
***************************************************************
DRBD’s startup script waits for the peer node(s) to appear.
– In case this node was already a degraded cluster before the
reboot the timeout is 120 seconds. [degr-wfc-timeout]
– If the peer was available before the reboot the timeout will
expire after 20 seconds. [wfc-timeout]
(These values are for resource ‘r0’; 0 sec -> wait forever)
To abort waiting enter ‘yes’ [ 13]:[yes]

6. Lihat dmesg

drbd: initialised. Version: 0.7.20 (api:79/proto:74)
drbd: SVN Revision: 2260 build by root@ha1.serverku.org, 2006-07-25 10:38:12
drbd: registered as block device major 147
drbd0: resync bitmap: bits=91727 words=2868
drbd0: size = 358 MB (366908 KB)
drbd0: 0 KB marked out-of-sync by on disk bit-map.
drbd0: No usable activity log found.
drbd0: drbdsetup [2850]: cstate Unconfigured –> StandAlone
drbd0: drbdsetup [2863]: cstate StandAlone –> Unconnected
drbd0: drbd0_receiver [2864]: cstate Unconnected –> WFConnection
drbd0: drbd0_receiver [2864]: cstate WFConnection –> WFReportParams
drbd0: Handshake successful: DRBD Network Protocol version 74
drbd0: Connection established.
drbd0: I am(S): 1:00000002:00000001:00000002:00000001:00
drbd0: Peer(S): 1:00000002:00000001:00000001:00000001:01
drbd0: drbd0_receiver [2864]: cstate WFReportParams –> WFBitMapS
drbd0: Secondary/Unknown –> Secondary/Secondary

7. Test dulu. Buat ha1 menjadi primary

[ha1]#drbdadm — –do-what-I-say primary all
[ha1]#/etc/init.d/drbddisk r0 start
[ha1]/etc/init.d/Filesystem /dev/drbd0 /mnt/share ext3 start

Partisi drbd0 (mengekapsulasi /dev/hda5) dimount di /mnt/share. Jangan memakai perintah mount biasa karena dapat mengganggu data pada /dev/hda5. Beri /mnt/share file sembarang. Kemudian matikan servis-servis drbd di ha1.

[ha1]/etc/init.d/Filesystem /dev/drbd0 /mnt/share ext3 stop
[ha1]/etc/init.d/drbddisk r0 stop
[ha1]/etc/init.d/drbd stop

Di ha2 lakukan :

[ha2]#/etc/init.d/drbddisk r0 start
[ha2]/etc/init.d/Filesystem /dev/drbd0 /mnt/share ext3 start

Test apakah di /mnt/share ha2 terdapat file yang tadi dikopikan. Jika ada maka drbd berjalan dengan lancar.

8. Untuk menggabungkan drbd pada heartbeat (ingat heartbeat berfungsi sebagai pemanajemen servis) perlu ditambahkan pada file haresources. Jadi isi file haresources adalah :

ha1.serverku.org 192.168.1.3/24/eth0 drbddisk::r0 Filesystem::/dev/drbd0::/mnt/share::ext3

Restartlah servis heartbeat. Apapun yang diletakkan di /mnt/share akan dimirror pada ha2. Jika ha1 mati dan ha2 aktif, file-file yang diletakkan di /mnt/share ha1 dapat dilihat di /mnt/share ha2.

Penutup

Tulisan ini merupakan pengalaman main-main saya di 2006. Semua langkah sudah diuji dan berhasil dengan baik. Hati-hati dengan perintah fdisk. Penggunaan yang tidak benar dapat menyebabkan data terhapus. Selalu sedia backup jika data-data pada harddisk penting.

Solusi high availability di Linux tidak hanya heartbeat. Ada banyak proyek untuk high availability. Contohnya UltraMonkey, piranha dari RedHat, linuxha.net (beda dengan linux-ha.org, kimberlite dari oss.missioncriticallinux.com dan lain-lain. Ada juga yang berbayar. Itulah indahnya dunia open source software, kita bebas untuk memilih solusi yang disediakan.

Referensi :

1. Data Redundancy by DRBD (Lars Ellenberg)
2. DRBD in Heartbeat oleh Pedro Pia
3. Linux Enterprise Cluster (Karl Kopper)
4. tutorial di linux-ha.org
5. tutorial di drbd.org
6. pengalaman pribadi 🙂

powered by performancing firefox

Read Full Post »

Pada bagian pertama sudah dikupas sekilas tentang clustering. Pada bagian kedua ini akan dibahas instalasi dan konfigurasi middleware untuk cluster HA yaitu heartbeat.
Resep-resep :
1. Dua komputer yang sudah diinstalasi Linux boleh apa saja pokoknya mendukung penggunaan IP Alias tapi pada artikel ini menggunakan Fedora Core 4 dan 5, sorry pengguna windows ;-). Harus dua lho tapi bisa juga memakai virtual PC. Dalam artikel ini kedua komputer tersebut diberi nama host ha1.serverku.org (192.168.1.1) dan ha2.serverku.org (192.168.1.2).
2. 2 kartu jaringan untuk masing-masing komputer (optional, boleh satu untuk masing-masing komputer)
3. Paket heartbeat. Sesuaikan dengan distro anda atau di sini

Pertama-tama instal dulu paket heartbeat

Fedora/Redhat :

#yum install heartbeat

Debian/Ubuntu :

$sudo apt-get install heartbeat

Atau download tarball heartbeat lalu dikompilasi sendiri dengan cara seperti biasa

#tar zxvf heartbeat<versi>.tar.gz
#cd heartbeat<versi>
#./configure –prefix=/usr
#make
#make install

Lakukan pada kedua komputer. Jika tidak ada error maka heartbeat siap dikonfigurasi.

Konfigurasi Heartbeat

Konfigurasi dilakukan pada tiga file yaitu :
– /etc/ha.d/ha.cf
– /etc/ha.d/haresources
– /etc/ha.d/authkeys

Contoh konfigurasi ha.cf
$cat /etc/ha.d/ha.cf
logfacility local0
logfile /var/log/ha-log
debugfile /var/log/ha-debug
use_logd on
node ha1.serverku.org
node ha2.serverku.org
bcast eth1
udpport 694
auto_failback yes
keepalive 1
deadtime 10
warntime 5
initdead 30

Untuk penjelasannya dapat disimak di sini dan sini (kepanjangan kalau diulas disini). Yang perlu diperhatikan adalah file /etc/hosts berisi keterangan tentang kedua node. Eth1 dipakai dengan asumsi menggunakan dua nic, bila hanya satu dipakai eth0.

Contoh konfigurasi haresources
$cat /etc/ha.d/haresources
ha1.serverku.org 192.168.1.3/24/eth0 httpd

Secara garis besar isinya adalah
[node][ip alias/netmask/nic][servis::argumen]
File ini tujuannya menerangkan alamat ip alias beserta servis-servis yang akan dibuat high available

Konfigurasi authkeys
#cat /etc/ha.d/authkeys
auth 1
1 crc
2 MD5 kunci_rahasia

Isi dari file ini rahasia, tidak boleh user biasa mengetahui karena merupakan kunci dari algoritma autentifikasi antar node. Algoritma yang digunakan adalah MD5, crc dan SHA1.

Ok sekarang ke pengujian.
1. Pastikan kedua node dapat saling berhubungan
2. Start servis di kedua node

#/etc/init.d/heartbeat start

3. Pastikan tidak ada error saat pengaktifan servis. Tunggu sejenak
4. Uji ping

$ping 192.168.1.3
PING 192.168.1.3 (192.168.1.3) 56(84) bytes of data.
64 bytes from 192.168.1.3: icmp_seq=1 ttl=64 time=0.060 ms
64 bytes from 192.168.1.3: icmp_seq=2 ttl=64 time=0.052 ms
64 bytes from 192.168.1.3: icmp_seq=3 ttl=64 time=0.058 ms
64 bytes from 192.168.1.3: icmp_seq=4 ttl=64 time=0.051 ms

— 192.168.1.1 ping statistics —
4 packets transmitted, 4 received, 0% packet loss, time 2999ms
rtt min/avg/max/mdev = 0.051/0.055/0.060/0.006 ms

5. Uji juga nge-ping di komputer di luar cluster
6. Di ha1.serverku.org :
#ifconfig
eth0      Link encap:Ethernet  HWaddr 00:05:5D:31:10:4D 
          inet addr:192.168.1.1  Bcast:192.168.1.255  Mask:255.255.255.0
          UP BROADCAST MULTICAST  MTU:1500  Metric:1
          RX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
          TX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
          collisions:0 txqueuelen:1000
          RX bytes:0 (0.0 b)  TX bytes:0 (0.0 b)
          Interrupt:17

eth0:0    Link encap:Ethernet  HWaddr 00:05:5D:31:10:4D 
          inet addr:192.168.1.3  Bcast:192.168.1.255  Mask:255.255.255.0
          UP BROADCAST MULTICAST  MTU:1500  Metric:1
          RX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
          TX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
          collisions:0 txqueuelen:1000
          RX bytes:0 (0.0 b)  TX bytes:0 (0.0 b)
          Interrupt:17

lo        Link encap:Local Loopback 
          inet addr:127.0.0.1  Mask:255.0.0.0
          inet6 addr: ::1/128 Scope:Host
          UP LOOPBACK RUNNING  MTU:16436  Metric:1
          RX packets:1814 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
          TX packets:1814 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
          collisions:0 txqueuelen:0
          RX bytes:3992816 (3.8 MiB)  TX bytes:3992816 (3.8 MiB)

eth0:0 adalah alamat IP alias dari nic0 di ha1.serverku.org
7. Matikan dengan mendadak ha1.serverku.org. Ini simulasi kegagalan server. Kalau sayang ya dicabut saja kabel jaringannya 😉
8. Di komputer luar cluster cobalah ping 192.168.1.3
$ping 192.168.1.3
PING 192.168.1.3 (192.168.1.3) 56(84) bytes of data.
From 192.168.1.5 icmp_seq=2 Destination Host Unreachable
From 192.168.1.5 icmp_seq=3 Destination Host Unreachable
From 192.168.1.5 icmp_seq=4 Destination Host Unreachable

— 192.168.1.3 ping statistics —
6 packets transmitted, 0 received, +3 errors, 100% packet loss, time 5000ms

192.168.1.5 adalah komputer luar. Tunggu sekitar 5 detik lalu coba ping lagi

$ping 192.168.1.3
PING 192.168.1.3 (192.168.1.3) 56(84) bytes of data.
64 bytes from 192.168.1.3: icmp_seq=1 ttl=64 time=0.060 ms
64 bytes from 192.168.1.3: icmp_seq=2 ttl=64 time=0.052 ms
64 bytes from 192.168.1.3: icmp_seq=3 ttl=64 time=0.058 ms
64 bytes from 192.168.1.3: icmp_seq=4 ttl=64 time=0.051 ms

— 192.168.1.1 ping statistics —
4 packets transmitted, 4 received, 0% packet loss, time 2999ms
rtt min/avg/max/mdev = 0.051/0.055/0.060/0.006 ms

Informasi ifconfig dari ha2.serverku.org :
#ifconfig
eth0      Link encap:Ethernet  HWaddr 00:05:5D:2C:10:4D 
          inet addr:192.168.1.2  Bcast:192.168.1.255  Mask:255.255.255.0
          UP BROADCAST MULTICAST  MTU:1500  Metric:1
          RX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
          TX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
          collisions:0 txqueuelen:1000
          RX bytes:0 (0.0 b)  TX bytes:0 (0.0 b)
          Interrupt:17

eth0:0    Link encap:Ethernet  HWaddr 00:05:5D:2C:10:4D 
          inet addr:192.168.1.3  Bcast:192.168.1.255  Mask:255.255.255.0
          UP BROADCAST MULTICAST  MTU:1500  Metric:1
          RX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
          TX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
          collisions:0 txqueuelen:1000
          RX bytes:0 (0.0 b)  TX bytes:0 (0.0 b)
          Interrupt:17

lo        Link encap:Local Loopback 
          inet addr:127.0.0.1  Mask:255.0.0.0
          inet6 addr: ::1/128 Scope:Host
          UP LOOPBACK RUNNING  MTU:16436  Metric:1
          RX packets:1814 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
          TX packets:1814 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
          collisions:0 txqueuelen:0
          RX bytes:3992816 (3.8 MiB)  TX bytes:3992816 (3.8 MiB)

Bila informasi seperti di atas (tentunya juga tergantung hardware yang digunakan oleh pembaca), maka selamat!! cluster HA sederhana sudah terbentuk. Uji untuk servis-servis lainnya seperti webserver dll. Sampai jumpa di bagian ketiga, sinkronisasi data antar server.

powered by performancing firefox

Read Full Post »

Cluster Computer adalah suatu sistem perangkat keras dan perangkat lunak yang menggabungkan beberapa komputer dalam suatu jaringan dimana komputer-komputer tersebut dapat bekerja sama dalam pemrosesan suatu masalah. Dalam hal ini, kelompok komputer tersebut dapat dilihat sebagai satu komputer tunggal oleh aplikasi-aplikasi yang berjalan di atasnya.

Tujuan pembentukan cluster computer antara lain :
High performance computing  (pada sistem ini cluster dibuat dengan tujuan meningkatkan unjuk kerja komputasi dengan memecah tugas-tugas ke beberapa node, contohnya adalah Beowulf cluster dan openMosix).
Load balancing  (membagi operasi node ke node yang lain sehingga semua operasi dapat tertangani dengan baik dan sebuah node tidak mempunyai load yang berlebihan, contohnya adalah Linux Virtual Server dan OpenSSI).
High Availability Cluster  , sistem ini bertujuan agar sebuah layanan dapat terus tersedia tidak terhalangi oleh SPOF, single point of failure –komponen sistem yang jika gagal beroperasi mengakibatkan layanan tidak tersedia– contohnya kerusakan pada server, kerusakan hdd dll. Pada tulisan ini akan membahas sistem ini dan implementasi sederhananya.

Komponen yang terdapat pada cluster computer :
– node, sistem cluster terdiri dari beberapa node. Paling sederhana terdiri dari dua node. Node disini adalah komputer yang mandiri, artinya mampu memproses tugas komputasi tanpa node lain.
– sistem operasi, harus mendukung jaringan komputer
– cluste middleware, perangkat lunak yang memungkinkan node yang ada saling bekerja sama
– aplikasi yang mendukung pemindahan tugas (biasanya pada high performance cluster, menggunakan pustaka Message Passing Interface atau Paralel Virtual Machine)

Sekian pembukaan kali ini tulisan ini akan diteruskan pada bagian kedua (instalasi heartbeat, middleware untuk HA-Cluster) dan bagian ketiga (instalasi DRBD, middleware untuk sinkronisasi data). Untuk informasi lebih lanjut sila menuju website www.linux-ha.org.

powered by performancing firefox

Read Full Post »

Razia Software !

Tiga hari ini di kotaku ada razia software dan cd bajakan. Beberapa rental cd dan vcd (tentunya ada software dan mp3 bajakan) memilih untuk tutup sementara. Ada juga rental bacaan yang belakangan ini menyewakan dvd menurunkan displaynya dan mencopot semua cover dvd.

Sepengetahuanku ada dua warnet yang disita harddrivenya karena windows yang dipakai bajakan. Katanya untuk menebus setiap harddisk di polisi dibutuhkan fulus sekitar 1 juta rupiah. Wow, besar juga yah, buat beli hdd baru 80 GB juga dapat dua. Warnet di dalam kampus (www.posnet-uksw.or.id) sempat menutup diri selama beberapa jam. Maklumlah semua windowsnya (juga ms office, photoshop, counter-strike, warcraft dota, dll) bajakan. Katanya sih sudah ada MCA (Microsoft Campus Agreement) tapi itu tahun 2004 lalu nggak tahu masih berlaku atau tidak.

Yah lihat saja perkembangan ke depan. Yang sudah-sudah sih hangat-hangat tahi ayam. Cuma hangat di awal tok. Setelah itu kembali seperti sedia kala. Ada temanku yang nyeletuk bahwa itu sih kerjaanya polisi saja cari lahan setoran baru soalnya inisiatif razia ini bukan dari Microsoft/BSA.

Memang negeri yang aneh ™.

powered by performancing firefox

Read Full Post »

Older Posts »