Feeds:
Pos
Komentar

blowin’ in the wind…

how many roads must a man walk down
before you call him a man ?
how many seas must a white dove sail
before she sleeps in the sand ?
yes, how many times must the cannon balls fly
before they’re forever banned ?
the answer my friend is blowin’ in the wind
the answer is blowin’ in the wind.

yes, how many years can a mountain exist
before it’s washed to the sea ?
yes, how many years can some people exist
before they’re allowed to be free ?
yes, how many times can a man turn his head
pretending he just doesn’t see ?
the answer my friend is blowin’ in the wind
the answer is blowin’ in the wind.

yes, how many times must a man look up
before he can see the sky ?
yes, how many ears must one man have
before he can hear people cry ?
yes, how many deaths will it take till he knows
that too many people have died ?
the answer my friend is blowin’ in the wind
the answer is blowin’ in the wind…

bob dylan – the freewheelin’

Gnome Shell di Fedora 14

Gnome Shell adalah komponen Gnome Desktop Environment yang akan disertakan pada versi mayor 3.0 (rilis April 2011). Aplikasi ini akan menggantikan fungsi Gnome Panel yang telah dikenal di Gnome 1 dan 2.

Aplikasi ini tidak tersedia secara default di Fedora 14. Untuk “mencicipi” aplikasi ini cukup mudah. Instalasinya sebagai berikut :

#yum install gnome-shell

*membutuhkan koneksi internet untuk menggunakan yum

Yum akan mencari dependensi aplikasi dan men-downloadnya. Di komputer test bed, dependensi yang diperlukan adalah :

gjs-0.7.1-3.fc14.i686.rpm (164kB)
gnome-desktop3-2.90.4-3.fc14.i686.rpm (775 kB)
gome-shell-2.31.5-7.fc14.i686.rpm  (435 kB)
mutter-2.31.5-3.fc14.i686.rpm  (1.2 MB)

Desktop sebelum mengaktifkan Gnome-Shell

sebelum

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Untuk mengaktifkan Gnome Shell System -> Preferences -> Desktop Effect (Pilih Gnome Shell)

aktif

Klik Keep Default Settings kalau tampilan sudah bagus

Berikut hasil tangkapan layar ketika mengaktifkan Gnome-Shell

aktif1

Jika Activities di-klik maka keluar jendela aplikasi yang sedang dijalankan. Di sisi kiri juga ada Places and Devices dan daftar file-file yang diakses terakhir. Jika Application diklik, akan keluar daftar aplikasi yang diinstall.

aktif2

Untuk mempermudah pencarian, ada fasilitas find yang disertakan.

Selamat mencoba🙂

Referensi :

1. http://www.gnome.org

2. http://en.wikipedia.org/wiki/GNOME_Shell

3. http://www.gnome3.org

Android mudah terkena virus?

Kalau orang awam sih wajar jika berpendapat seperti berita di bawah ini :

Jakarta – Android diduga lebih mudah terserang virus dibanding dengan iOS besutan Apple. Hal ini dikarenakan sistem operasi besutan Google itu bersifat open-source, sehingga lebih mudah diserang oleh para hacker.

“Android itu bersifat open-source, yang berarti hacker dapat dengan mudah memahami arsitektur dan source code di dalamnya,” ujar Steve Chang, Chairman of Trend Micro, dikutip detikINET dari Businessweek, Rabu (12/1/2011).

Berbeda dengan sistem operasi ponsel lainya, Google memang mengizinkan para pengembang aplikasi untuk mengakses hingga ke ‘bagian dalam’ Android. Berbanding terbalik dengan iOS, yang setiap aplikasi saja butuh perizinan dari Apple sebelum dipasarkan di iTunes.

Hal itulah yang diduga pembesut software antivirus asal Jepang itu berpikir bahwa iOS lebih aman ketimbang Android.

“Kita harus berikan apresiasi kepada Apple, karena mereka sangat berhati-hati. Jadi hampir tidak mungkin ada virus di iPhone,” tambah Chang.

Chang juga berpendapat, dalam beberapa tahun ke depan banyak pengguna Android yang akan membeli aplikasi keamanan untuk ponselnya. Dan seperti diketahui, bahwa Trend Micro juga telah merilis antivirus untuk Android. ( eno / fyk )

Diambil dari sini.

Lah, ini sudah kaliber chairman dari penjual AV.

Jika karena sifat open source yang terbuka menyebabkan banyak virus/malware yang dibuat maka saat ini virus/malware yang menyerang GNU/Linux bakal lebih banyak daripada Windows (yang sifatnya tertutup). Kenyataan yang terjadi malah kebalikannya.

Masih laku FUD seperti ini?

portableapps linux..

Portable apps di linux?

Yups, sudah tersedia dan sudah lumayan banyak aplikasi yang disediakan. Mulai dari music/video player, browser, torrent dowloader, network analyzer, social networking, office dll.

Cara memakainya pun sangat mudah, tanpa instalasi rumit, neraka dependensi, atau command line. Cukup pilih aplikasi, download, set aplikasi agar menjadi executable (klik kanan -> properties -> permission -> centang allow executing file as program -> OK) dan mainkan🙂.

Download di : http://portablelinuxapps.org/

Kalau ada request aplikasi bisa di : http://portablelinuxapps.org/forum/

Selamat bermain..:)

tentang blokir itu…

Beberapa hari ini dunia internet Indonesia diramaikan dengan komentar-komentar yang dikeluarkan oleh Kementerian Kominfo. Yak, tentang blokir konten pornografi di internet.

Menurut Menteri Kominfo, Tifatul Sembiring (TS) sepanjang bulan puasa 2010 ini seluruh konten yang mengandung muatan pornografi akan diblokir, situs lokal akan ditutup, situs internasional akan diblokir. Intinya pada bulan puasa ini internet Indonesia akan bebas dari konten pornografi.

Bahkan direncanakan blokir ini akan berlaku seterusnya. Materi yang akan diblokirpun akan makin beragam, selain konten pornografi, konten lain yang mengandung muatan SARA, kebencian, judi, malware, phising, virus dll akan ikut diblokir.

Sekilas program bunyinya bagus, membendung konten negatif dari internet masuk ke Indonesia. Diharapkan moral bangsa tidak tercemar oleh konten-konten itu (sudahkan ada penelitian tentang hubungan antara kejahatan moral dan sensor internet?).

Pihak operator lantas diminta memasang software pemblokir situs porno itu. Menurut berita terakhir (link), pihak operator yaitu IM2, XL, Telkomsel, Bakrie dan Indosat telah lulus uji pemblokiran situs-situs porno, sekitar 800 ribu (link).

Mari kita coba uji, ini pakai IM2 direct connection tanpa proxy tanpa tunnel tanpa VPN menggunakan beberapa keyword populer dengan mesin pencari google.com

Dengan memakai google keyword “porn” ditemukan 189 juta hasil, saat mencoba 5 hasil teratas ternyata dapat mengakses konten di dalamnya (cuma uji akses koq, enggak yang lain-lain🙂 )

Dengan memakai keyword “nude” ditemukan 92 juta hasil, hasil pencarian kedua dapat diakses kontennya (yang pertama dari wikipedia)

Hehe, dua kata yan pertama melintas di pikiran saat membayangkan pornografi ternyata masih dapat diakses dengan mudah (tanpa macem-macem, direct connection). Lha 800 ribu situs yang diblokir itu yang mana?

Blokir-blokiran ini ternyata mendatangkan masalah baru, beberapa situs dilaporkan terkena saringan blok. ada pengguna detik.com, adesense, dan kaskus.us yang merasa terblokir. Menanggapi masalah ini pihak kemkominfo menanggapi dengan meminta laporan dari masyarakat kalau ada situs “baik” yang ikut terblokir sehingga dapat mengupdate whitelistnya.

Whitelist? Yap, mirip seperti squidguard atau dansguardian.

Sementara itu Onno W Purbo (OWP) pada kolomnya di detikinet (link) menyatakan bahwa pemblokiran situs porno tidak semudah membalik tangan. Perlu mesin firewall berkekuatan besar untuk memfilter puluhan juta situs. Tapi ternyata software yang digunakan adalah squidguard yang tidak cocok untuk ISP yang bertrafik sangat tinggi. Koneksi bisa tambah lelet bahkan tewas karena servernya kelebihan beban.

Mungkin kalau mau memblokir situs porno mendekati 100%, kemkominfo harus meniru Golden Shield Project-nya pemerintah RRC. Terkenal dengan nama lain great firewall of china. Massive firewall yang digunakan untuk menyensor bukan hanya porno tapi situs lain yang tidak sesuai dengan keinginan pemerintah PRC. Mulai dibangun pada 1998, mulai beroperasi pada 2003 dan bagian pertama selesai pada 2006 dan bagian kedua selesai pada 2008. Dapat dibanyangkan besarnya kemampuan mesin firewallnya (yang digunakan untuk menyensor trafik negara dengan penduduk terbesar sedunia). Tapi mesin sebesar itu masih bisa dibypass dengan berbagai trik.

Wajar jika program ini disangsikan keefektivitasnya. Yang gede aja masih bisa diakali kok, apalagi yang kecil.

Cara lain untuk menangkal pornografi lewat internet sebenarnya sudah dirintis oleh ictwatch dengan internet sehatnya. Di situs http://ictwatch.com/internetsehat/ sudah tersedia baik software, tutorial, buku, flyer dan kartun. Di program ini yang proaktif adalah dari sisi pengguna, bukan sisi pemberi layanan internet. Pengguna di sini adalah orang tua atau guru/pembimbing yang diharapkan mengerti cara-cara berinternet sehat lalu menerapkannya di lingkungan keluarga/sekolah. Cara ini dalam jangka panjang aku rasa lebih baik daripada solusi instan blokir dari isp yang dicanangkan pemerintah. Sayangnya sosialisasi tentang tatacara internet sehat ini belum dilakukan oleh kemkominfo (at least sepengetahuan saya, atau ada yang sudah pernah tahu?).

Tapi yaa mungkin menteri lebih terlihat wah, populis di mata masyarakat. Terlihat lebih religius apalagi di bulan puasa ini. Oh well, mungkin pemerintah lebih suka terlihat populis dengan solusi instan yang setengah-setengah…

welcome..

welcome to the family, lenovo s10-3

lenovo

🙂

yes, i voted…

source : blog.gnome.org